Demam Ayat-Ayat Cinta di SMK Pandamaran Jaya

Oktober 27, 2008

Pihak myBOOKScity.com telah mengadakan pameran buku di SMK Pandamaran Jaya pada 22-24 Oktober 2008. Sambutan dari para pelajar dan guru amat menggalakkan. Satu fenomena diluar dugaan berlaku bila mana novel Ayat-Ayat Cinta menjadi rebutan hingga habis stok. Pastinya bertuah sesiapa yang dapat menghayati Novel dan Filem yang hebat ini. Jadi jika anda masih belum memiliknya sila dapatkan segera di myBOOKScity.com.
Kami akan upload gambar2 pameran bila kami perolehinya dari Abg.Uzai.


Pameran Buku di SMK Putrajaya Precint 9(1)

Oktober 22, 2008

Semalam team myBOOKScity.com telah membuat Pameran Buku di SMK Putrajaya Precint 9(1) sempena Hari Ko Kurikulum. Sambutan yang sangat meriah telah di berikan oleh warga sekolah ini. Kami ingin mengucapkan berbanyak terima kasih kepada para pelajar dan guru-guru.

Dari suasana yang wujud pada hari tersebut menunjukkan sekolah ini sangat aktif didalam kegiatan ko-korikulumnya. Di kemuncak hari tersebut majlis anugerah Ko-Korikulum telah diadakan di dewan besar untuk menghargai para pelajar yang cemerlang didalam kegiatan Ko-Korikulum mereka.


Susah nak dapat stok Ayat-ayat Cinta

Oktober 22, 2008

Sebahagian Novel yang diambil  semalam

Sebahagian Novel yang diambil semalam

Semalam penerbit novel Ayat-ayat Cinta ini iaitu Alhidayah/ArRisalah Publisher di Jalan Ipoh memberitahu ada stok. Kami pun terus kesana dan dapat membawa balik sekitar 30 naskhah disamping novel lain yang ditulis oleh penulis yang sama iaitu Habiburahman AlSyirazy. Novel lain tulisan beliau yang juga best seller penerbit ini ialah:

Dalam Mehrab Cinta
Di atas Sejadah Cinta
Ketika Cinta Bertasbih
Pudarnya Pesona Cleopatra


Sinopsis Terperinci AYAT-AYAT CINTA

Oktober 22, 2008
Novel Ayat-ayat Cinta

Novel Ayat-ayat Cinta

Sinopsis yang agak baik ini dicedok dari salah satu blog
http://goresanyuyun.blogspot.com/2006/01/resensi-ayat-ayat-cinta.html

dipaparkan disini dengan minta izin dari penulisnya .

Ayat-ayat Cinta: Makna Cinta Dalam Islam
Tulisan Oleh: Yunita Ramadhana

Ayat-ayat cinta adalah sebuah novel 411 halaman yang ditulis oleh seorang novelis muda Indonesia kelahiran 30 September 1976 yang bernama Habiburrahman El-Shirazy.

Ia adalah seorang sarjana lulusan Mesir dan sekarang sudah kembali ke tanah air. Sepintas lalu, novel ini seperti novel-novel Islami kebanyakan yang mencoba menebarkan dakwah melalui sebuah karya seni, namun setelah ditelaah lebih lanjut ternyata novel ini merupakan gabungan dari novel Islami, budaya dan juga novel cinta yang banyak disukai anak muda. Dengan kata lain, novel ini merupakan sarana yang tepat sebagai media penyaluran dakwah kepada siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam, khususnya buat para kawula muda yang kelak akan menjadi penerus bangsa.

Novel ini bercerita tentang perjalanan cinta dua anak manusia yang berbeda latar belakang dan budaya; yang satu adalah mahasiswa Indonesia yang sedang studi Universitas Al-Azhar Mesir, dan yang satunya lagi adalah mahasiswi asal Jerman yang kebetulan juga sedang studi di Mesir. Kisah percintaan ini berawal ketika mereka secara tak sengaja bertemu dalam sebuah perdebatan sengit dalam sebuah metro (sejenis trem).

Mein Neim Ist Aisha
Pada waktu itu, si pemuda yang bernama lengkap Fahri bin Abdullah Shiddiq, sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima, ujung utara kota Cairo, untuk talaqqi (belajar secara face to face pada seorang syaikh) pada Syaikh Utsman Abdul Fattah, seorang Syaikh yang cukup tersohor di seantero Mesir. kepadanya Fahri belajar tentang qiraah Sab’ah (membaca Al-Qur’an dengan riwayat tujuh imam) dan ushul tafsir (ilmu tafsir paling pokok). Hal ini sudah biasa dilakukannya setiap dua kali seminggu, setiap hari Ahad/Minggu dan Rabu. Dia sama sekali tidak pernah melewatkannya walau suhu udara panas menyengat dan badai debu sekalipun. Karena baginya itu merupakan suatu kewajiban karena tidak semua orang bisa belajar pada Syaikh Utsman yang sangat selektif dalam memilih murid dan dia termasuk salah seorang yang beruntung.

Di dalam metro, Fahri tidak mendapatkan tempat untuk duduk, mau tidak mau dia harus berdiri sambil menunggu ada kursi yang kosong. Kemudian ia berkenalan dengan seorang pemuda mesir bernama Ashraf yang juga seorang Muslim. Merteka bewrcerita tentang banyak hal, termasuk tentang kebencian Ashraf kepada Amerika. Tak berapa lama kemudian, ada tiga orang bule yang berkewarganegaraan Amerika (dua perempuan dan satu laki-laki) naik ke dalam metro. Satu diantara dua perempuan itu adalah seorang nenek yang kelihatannya sudah sangat lelah. Biasanya orang Mesir akan memberikan tempat duduknya apabila ada wanita yang tidak mendapatkan tempat duduk, namun kali ini tidak. Mungkin karena kebencian mereka yang teramat sangat kepada Amerika. Sampai pada suatu saat, ketika si nenek hendak duduk menggelosor di lantai, ada seorang perempuan bercadar putih bersih yang sebelumnya dipersilahkan Fahri untuk duduk di bangku kosong yang sebenarnya bisa didudukinya, memberikan kursinya untuk nenek tersebut dan meminta maaf atas pwerlakuan orang-orang Mesir lainnya. Disinilah awal perdebatan itu terjadi. Orang-orang Mesir yang kebetulan mengerti bahasa Inggris merasa tersinggung dengan ucapan si gadis bercadar. Mereka mengeluarkan berbagai umpatan dan makian kepada sang gadis, dan ia pun hanya bisa menangis. Kemudian Fahri berusaha untuk meredakn perdebatan itu dengan menyuruh mereka membaca shalawat Nabi karena biasannya dengan shalawat Nabi, orang Mesir akan luluh kemarahannya dan ternyata berhasil. Lalu ia mencoba menjelaskan pada mereka bahwa yang dilakukan perempuan bercadar itu benar, dan umpatan-umpatan itu tidak layak untuk dilontarkan. Namun apa yang terjadi, orang-orang Mesir itu kembali mrah dan meminta Fahri untuk tidak ikut campur dan jangan sok alim karena juz Amma saja belumtentu ia hafal. Kemudian emosi mereka mereda ketika Ashraf yang juga ikut memaki perempuan bercadar itu, mengatakan bahwa Fahri adalah mahasiswa Al-Azhar dan hafal Al-Qur’an dan juga murid dari Syaikh Utsman yang terkenal itu. Lantas orang-orang Mesir itu meminta maaf pada fahri. Fahri kemudian menjelaskan bahwasanya mereka tidak seharusnya bertindak seperti itu karena ajaran Baginda Nabi tidak seperti itu. Lalu ia pun menjelaskan bagaimana seharusnya bersikap kepada tamu apalagi orang asing sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Mereka pun mengucapkan terima kasih pada fahri karena sudah megingatkan mereka. Sementara itu, si bule perempuan muda, Alicia, sedang mendengarkan penjelasan tentang apa yang terjadi dari si perempuan bercadar dengan bahasa Inggris yang fasih.Kemudian Alicia berterima kasih dan menyerahkan kartu namanya pada Fahri. Tak berapa lama kemudian metro berhenti dan perempuan bercadar itupun bersiap untuk turun. Sebelum turun ia mengucapkan terima kasih pada Fahri karena sudah menolongnya tadi. Akhirnya mereka pun berkenalan. Dan ternyata si gadis itu bukanlah orang Mesir melainkan gadis asal Jerman yang sedang studi di Mesir. Ia bernama Aisha.

Maria, Gadis Koptik yang Aneh
Di Mesir, Fahri tinggal bersama dengan keempat orang temannya yang juga berasal dari Indonesia, yaitu Saiful, Rudi, Hamdi dan Misbah. Fahri sudah tujuh tahun hidup di Mesir. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana yang mempunyai dua lantai, dimana lantai dasar menjadi tempat tinggal Fahri dan empat temannya, sedangkan yang lantai atas ditempati oleh sebuah keluarga Kristen Koptik yang sekaligus menjadi tetangga mereka. Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros, Madame Nahed, dan dua orang anak mereka – Maria dan Yousef. Walau keyakinan dan aqidah mereka berbeda, namun antara keluarga Fahri (Fahri dkk) dan keluarga Boutros terjalin hubungan yang sangat baik. Di Mesir, bukanlah suatu keanehan apabila keluarga Kristen koptik dan keluarga Muslim dapat hidup berdampingan dengan damai dalam masyarakat. Keluarga ini sangat akrab dengan Fahri terutama Maria. Maria adalah seorang gadis Mesir yang manis dan baik budi pekertinya. Kendati demikian, Fahri menyebutnya sebagai gadis koptik yang aneh, karena walaupun Maria itu seorang non-muslim ia mampu menghafal dua surah yang ada dalam Al-Quran dengan baik yang belum tentu seorang Muslim mampu melakukannya. Ia hafal surat Al-Maidah dan surah Maryam. Fahri juga baru mengetahuinya ketika mereka secara tak sengaja bertemu di metro. Seluruh anggota keluarga Boutros sangat baik kepada Fahri dkk. Bahkan ketika Fahri jatuh sakit pun keluarga ini jugalah yang membantu membawa ke rumah sakit dan merawatnya selain keempat orang teman Fahri. Apalagi Maria, dia sangat memperhatikan kesehatan Fahri. Keluarga ini juga tidak segan-segan mengajak Fahri dkk untuk makan di restoran berbintang di tepi sungai Nil,kebanggaan kota Mesir, sebagai balasan atas kado yang mereka berikan. Pada waktu itu Madame Nahed berulang-tahun dan malam sebelumnya Fahri dkk memberikan kado untuknya hanya karena ingin menyenangkan hati beliau karena bagi Fahri menyenangkan hati orang lain adalah wajib hukumnya. Setelah makan malam, tuan dan nyonya Boutros ingin berdansa sejenak. Madame Nahed meminta Fahri untuk mengajak Maria berdansa karena Maria tidak pernah mau di ajak berdansa. Setelah tuan dan nyonya Boutros melangkah ke lantai dansa dan terhanyut dengan alunan musik yang syahdu, Maria pun memberanikan diri mengajak Fahri untuk berdansa, namun Fahri menolaknya dengan alasan Maria bukan mahramnya kemudian menjelaskannya dengan lebih detail. Begitulah Fahri, ia selalu berusaha untuk menjunjung tinggi ajaran agama yang dianutnya dan selalu menerapkannya dalm kehidupan sehari-hari.

Si Muka Dingin Bahadur dan Noura yang Malang
Selain bertetangga dengan keluarga Boutros, Fahri juga mempunyai tetangga lain berkulit hitam yang perangainya berbanding 180 derajat dengan keluarga Boutros. Kepala keluarga ini bernama Bahadur yang terkenal dengan julukan si Muka Dingin karena ia selalu berperangai kasar kepada siapa saja bahkan dengan istrinya madame Syaima dan putri bungsunya Noura. Bahadur dan istrinya mempunyai tiga orang putri, Mona, Suzanna, dan Noura. Mona dan Suzanna berkulit hitam namun tidak halnya dengan Noura, dia berkulit putih dan berambut pirang. Hali inilah ang membuat Noura dimusuhi keluarganya yang pada akhirnya membuat dirinya tercebur kedalam penderitaan yang amat sangat. Bahadur mempunyai watak yang keras dan bicaranya sangat kasar, Nouralah yang selalu menjadi sasaran kemarahannya. Dan kedua orang saudaranya yang juga tidak menyukai Noura mengambil kesempatan ini untuk ikut-ikutan memaki dirinya. Sampai tibalah pada suatu malam yang tragis dimana Bahadur menyeret Noura ke jalanan dan punggungnya penuh dengan luka cambukan. Hal ini sudah sering terjadi, namun malam itu yang terparah. Tak ada satu orang pun yang berani menolong. Selain hari sudah larut, Bahadur juga dikenal amat kejam. Akhirnya, karena sudah tak tahan lagi melihat penderitaan Noura, Fahri pun meminta bantuan Maria melaui sms untuk menolong Noura. Awalnya Maria menolak karena tidak mau keluarganya terlibat dengan keluarga Bahadur. Namun setelah Fahri memohon agar Maria mau menolongnya demi kecintaan Maria terhadap Al-Masih, Maria akhirnya luluh juga. Jadilah malam itu Noura menginap di rumah keluarga Boutros. Malam ini jualah yang akhirnya menghantarkan Fahri ke dalam penderitaan yang amat sangat dan juga membuatnya hampir kehilangan kesempatan untuk hidup di dunia fana ini.

(Bersambung…)


Filem Dari Novel Ayat-Ayat Cinta

Oktober 10, 2008

Baru tadi TV3 menayangkan filem Ayat-Ayat Cinta. Oh, sungguh hebat sekali dan tersangatlah ‘touching’nya.

Detail novel disini

http://mybookscity.com/index.php?main_page=product_info&cPath=2&products_id=44

Sebagaimana ShashaFiqa menulis dalam youtube blognya
‘Ayat-Ayat Cinta (literally meaning The Verses of Love) is an Indonesian film by Hanung Bramantyo starred by Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carissa Putri, Zaskia Adya Mecca, and Melanie Putria. Ayat-Ayat Cinta is a religious film which is based by best-selling novel with the same title by Habiburrahman El Shirazy. The story is actually based in Cairo, Egypt, but instead of shooting in Cairo, the movie was shot in India and Semarang, Indonesia. ‘

Sedutan filem spt berikut













Raya-4 Ternakan Kambing

Oktober 8, 2008

Yang ni projek sedara kami di kampung sebelah ,tapi masih di Parit Raja.Batu Pahat, memang minat beliau dengan kambing ni dah berpuluh tahun. Berbagai jenis kambing ada di ladang beliau spt Kachang, Jamnapari & Boer dan juga lembu. Kebanyakan usaha beliau dibantu oleh agensi kerajaan. Sapa nak kambing buat aqiqah/korban nanti boleh le booking.


Ziarah Raya ke 4 – Ternakan Keli Kanvas

Oktober 8, 2008

Raya ke 4 kami di Parit Raja ,BatuPahat . Ziarah rumah Nyai kat kampung . Kebetulan menantu beliau buat ternakan Keli dalam kanvas. Kos projek sekitar Rm 7000+. Ada 4 kanvas dan 3000 ekor keli setiap kanvas menjadi jumlah 12000 ekor . Ada 2 lagi kanvas untuk pengasingan saiz ikan. Sekarang sedang dituai. Harga jualan sekitar RM 4.50 (peraih) ke RM 5.00 (runcit) sekilo. Tuaian pertama dah pulang modal. Projek sedara kami ini memang berbaloi kerana

1) Harga jualan ikan yg tinggi di sekitar Parit Raja -dipasar basah harganya RM6.00 sekilo 

2) Kanvas yg mudah & murah di pasang sekitar RM 400 satu kanvas

3) Kadar kematian ikan yang sangat rendah ( part ni kami sangat tabik kat beliau) sekitar 50 ekor sehingga waktu tuaian (usia 2bulan 10 hari).

Bila di tanya rahsianya, beliau menerangkan dengan panjang lebar sehingga nak kena catit baru boleh ingat.  Nanti bila ada masa kami mungkin akan tulis ebook untuk reference.


Baraan Hari Raya di Sg Besar ,Selangor

Oktober 8, 2008

Pertamanya pihak Mybookscity ingin mengucapkan Selamat Hari Raya , Maaf Zahir Batin  kpd semua .

Raya Aidilfitri tahun 2008 nih kami sambut di Simpang Lima, Sg. Besar ,Selangor (Dekat dgn kediaman DS Mohd Khir Toyo) . Pada hari raya kedua kami lazimnya mengikuti Baraan lelaki yang diadakan selama 2 hari dari pagi hingga petang.

Tengok ramainya peserta Baraan nih. Lebih 100 orang tua & muda

Tengok ramainya peserta Baraan nih. Lebih 100 orang tua & muda

 

Tak nampak lantai. Ramai masih diluar

Tak nampak lantai. Ramai masih diluar

 

Tak nampak lantai. Ramai masih diluar

Semua naik motor je